Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Daya Tarik Wisata Alas Kedaton

Administrator 25 Oktober 2024 Dibaca 573 Kali
Daya Tarik Wisata Alas Kedaton

Pulau Bali adalah salah satu pulau yang terkenal di Indonesia, karena masyarakat Bali dewasa ini mempunyai kebudayaan yang khas Bali sebagai warisan dari sejarah masa lampau, walaupun masyarakat Bali telah mengalami serangkaian kontak sosial-budaya dengan masyarakat dari luar. Sejarah telah menunjukkan bahwa masyarakat Bali adalah masyarakat yang terbuka, adaptif, fleksibel, dan mempunyai toleransi yang tinggi, tetapi ternyata sangat dinamis dan selektif. Dalam berbagai kontak sosial-budaya, ternyata masyarakat Bali telah berhasil menunjukkan jati dirinya dengan ketahanan budaya yang kuat, seperti terbukti dari keberhasilan kearifan lokal yang memberikan corak lokal yang khas Bali sepanjang proses sejarahnya yang berlangsung selama berabad-abad lamanya. Kebudayaan Bali dapat bertahan dan berlanjut sampai sekarang, karena dikukuhkan oleh sistem organisasi sosial dalam kehidupan masyarakat Bali yang sangat religius yang dipengaruhi oleh agama Hindu.

Kehidupan masyarakat Bali dengan identitas budaya lokal yang khas memperlihatkan kesinambungan kehidupan sosial-budaya dari masa silam, yang tidak mungkin dapat dipisah-pisahkan. Di pulau kecil ini, kekayaan budaya lokal yang khas menempati posisi yang semakin penting sebagai satu-satunya warisan budaya nenek moyangnya yang tidak terukur nilainya, karena masyarakat di daerah ini tidak mempunyai sumber daya lainnya. Dalam kehidupan masyarakat Bali sehari-hari, kesinambungan sosial-budaya tampak dengan jelas dalam keterkaitannya kepada masa silam, masa kini, dan masa yang akan datang, seakan-akan telah dikemas sedemikian rupa menjadi satu rangkuman yang tidak dapat dilihat sepenggal demi sepenggal.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

54% Realisasi

APBDes 2026 Pelaksanaan

Rp 4.462.163.504,08 Rp 2.408.419.927,95
Pendapatan 54.32%
Realisasi: Rp 968.129.900,67 Anggaran: Rp 1.782.285.000,00
Belanja 41.06%
Realisasi: Rp 916.018.275,24 Anggaran: Rp 2.231.081.752,04
Pembiayaan 116.82%
Realisasi: Rp 524.271.752,04 Anggaran: Rp 448.796.752,04
54.3% Realisasi

APBDes 2026 Pendapatan

Rp 1.782.285.000,00 Rp 968.129.900,67
Swadaya, Partisipasi Dan Gotong Royong 30.81%
Realisasi: Rp 35.295.000,00 Anggaran: Rp 114.555.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 373.456.000,00 Anggaran: Rp 373.456.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 63.373.000,00 Anggaran: Rp 332.543.000,00
Alokasi Dana Desa 49.93%
Realisasi: Rp 332.400.000,00 Anggaran: Rp 665.731.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 58.48%
Realisasi: Rp 78.600.000,00 Anggaran: Rp 134.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 42.95%
Realisasi: Rp 62.100.000,00 Anggaran: Rp 144.600.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 208.47%
Realisasi: Rp 18.762.500,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Bunga Bank 51.79%
Realisasi: Rp 4.143.400,67 Anggaran: Rp 8.000.000,00
41.1% Realisasi

APBDes 2026 Pembelanjaan

Rp 2.231.081.752,04 Rp 916.018.275,24
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 38.24%
Realisasi: Rp 467.430.075,24 Anggaran: Rp 1.222.496.500,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 51.95%
Realisasi: Rp 329.374.200,00 Anggaran: Rp 633.997.414,63
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 51.23%
Realisasi: Rp 93.418.000,00 Anggaran: Rp 182.362.876,01
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0.41%
Realisasi: Rp 559.000,00 Anggaran: Rp 136.034.500,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 44.91%
Realisasi: Rp 25.237.000,00 Anggaran: Rp 56.190.461,40