Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Survei Dampak Komunitas Monyet Ekor Panjang Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tahun 2025

Administrator 06 Mei 2025 Dibaca 394 Kali
Survei Dampak Komunitas Monyet Ekor Panjang Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tahun 2025

Desa Kukuh, 6 Mei 2025 – Pemerintah Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan dan BPS Provinsi Bali telah menyelesaikan kegiatan survei dampak komunitas monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang berasal dari kawasan wisata Alas Kedaton terhadap masyarakat Desa Kukuh.

Survei ini merupakan bagian dari upaya untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan berbagai bentuk gangguan yang ditimbulkan oleh populasi monyet terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga, khususnya yang tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan wisata Alas Kedaton.

Pelaksanaan Survei dan Penyerahan Data

Kegiatan survei dilaksanakan pada pertengahan April 2025 oleh petugas lapangan dari BPS, yaitu:

  • I Putu Angga Suranaya Putra

  • Ni Made Ema Maharani

  • Kepala Kewilayahan 

Petugas Lapangan melakukan wawancara langsung kepada warga terdampak di beberapa banjar di Desa Kukuh. Proses pendataan berlangsung lancar dengan didampingi oleh aparat desa dan kepala kewilayahan setempat.

Warga memberikan berbagai informasi terkait gangguan yang mereka alami, seperti:

  • Perusakan tanaman oleh kawanan monyet

  • Kehilangan hasil panen

  • Ancaman terhadap anak-anak yang bermain di pekarangan

  • Ketidaknyamanan akibat seringnya monyet masuk ke pemukiman

Data hasil survei diminta untuk diserahkan paling lambat pada akhir April 2025, dan akan digunakan untuk mendukung kajian penyusunan kebijakan penanggulangan konflik manusia dan satwa liar di desa-desa wisata.

Sosialisasi dan Harapan Warga

Setelah Sampel survei dilakukan, BPS bersama Pemerintah Desa Kukuh telah menggelar sosialisasi pada Selasa, 6 Mei 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Kukuh. Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel, perangkat desa, dan kepala kewilayahan dari wilayah terdampak.

Perbekel Desa Kukuh menyampaikan apresiasi kepada BPS atas perhatian terhadap persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

“Semoga data yang telah dikumpulkan benar-benar menjadi dasar penyusunan solusi jangka panjang. Kami ingin ada upaya serius untuk melindungi masyarakat, sekaligus tetap menjaga nilai konservasi Alas Kedaton,” ujarnya.

Warga pun menyambut baik inisiatif survei ini dan berharap hasilnya dapat mendorong aksi nyata dari pemerintah daerah maupun pihak pengelola wisata.


Redaksi | Pemerintah Desa Kukuh
#Survei2025 #MonyetAlasKedaton #DesaKukuh #BPSBali #KonflikSatwaLiar #WisataTabanan

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

54% Realisasi

APBDes 2026 Pelaksanaan

Rp 4.462.163.504,08 Rp 2.408.419.927,95
Pendapatan 54.32%
Realisasi: Rp 968.129.900,67 Anggaran: Rp 1.782.285.000,00
Belanja 41.06%
Realisasi: Rp 916.018.275,24 Anggaran: Rp 2.231.081.752,04
Pembiayaan 116.82%
Realisasi: Rp 524.271.752,04 Anggaran: Rp 448.796.752,04
54.3% Realisasi

APBDes 2026 Pendapatan

Rp 1.782.285.000,00 Rp 968.129.900,67
Swadaya, Partisipasi Dan Gotong Royong 30.81%
Realisasi: Rp 35.295.000,00 Anggaran: Rp 114.555.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 373.456.000,00 Anggaran: Rp 373.456.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 63.373.000,00 Anggaran: Rp 332.543.000,00
Alokasi Dana Desa 49.93%
Realisasi: Rp 332.400.000,00 Anggaran: Rp 665.731.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 58.48%
Realisasi: Rp 78.600.000,00 Anggaran: Rp 134.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 42.95%
Realisasi: Rp 62.100.000,00 Anggaran: Rp 144.600.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 208.47%
Realisasi: Rp 18.762.500,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Bunga Bank 51.79%
Realisasi: Rp 4.143.400,67 Anggaran: Rp 8.000.000,00
41.1% Realisasi

APBDes 2026 Pembelanjaan

Rp 2.231.081.752,04 Rp 916.018.275,24
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 38.24%
Realisasi: Rp 467.430.075,24 Anggaran: Rp 1.222.496.500,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 51.95%
Realisasi: Rp 329.374.200,00 Anggaran: Rp 633.997.414,63
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 51.23%
Realisasi: Rp 93.418.000,00 Anggaran: Rp 182.362.876,01
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0.41%
Realisasi: Rp 559.000,00 Anggaran: Rp 136.034.500,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 44.91%
Realisasi: Rp 25.237.000,00 Anggaran: Rp 56.190.461,40