Jakarta — Lokakarya Nasional Percepatan Pembentukan 1,4 juta hektare hutan adat di Indonesia sukses diselenggarakan pada 17–18 Desember 2025 bertempat di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen dan sinergi lintas pihak dalam percepatan pengakuan dan perlindungan hutan adat di Indonesia.
Lokakarya secara resmi dibuka oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya hutan adat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, keadilan ekologis, serta pengakuan hak-hak masyarakat adat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta lokakarya yang terdiri dari perwakilan kementerian, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta komunitas adat dari berbagai daerah di Indonesia terlibat aktif dalam diskusi, pemaparan praktik baik, serta perumusan langkah percepatan penetapan hutan adat.
Kegiatan ini kemudian ditutup oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, yang menekankan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat agar target pembentukan 1,4 juta hektare hutan adat dapat tercapai secara nyata dan berkelanjutan.