Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Lokakarya Nasional Percepatan Pembentukan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat di Indonesia

Administrator 22 Desember 2025 Dibaca 125 Kali
Lokakarya Nasional Percepatan Pembentukan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat di Indonesia

Jakarta — Lokakarya Nasional Percepatan Pembentukan 1,4 juta hektare hutan adat di Indonesia sukses diselenggarakan pada 17–18 Desember 2025 bertempat di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen dan sinergi lintas pihak dalam percepatan pengakuan dan perlindungan hutan adat di Indonesia.

Lokakarya secara resmi dibuka oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya hutan adat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, keadilan ekologis, serta pengakuan hak-hak masyarakat adat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta lokakarya yang terdiri dari perwakilan kementerian, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta komunitas adat dari berbagai daerah di Indonesia terlibat aktif dalam diskusi, pemaparan praktik baik, serta perumusan langkah percepatan penetapan hutan adat.

Kegiatan ini kemudian ditutup oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, yang menekankan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat agar target pembentukan 1,4 juta hektare hutan adat dapat tercapai secara nyata dan berkelanjutan.

 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

54% Realisasi

APBDes 2026 Pelaksanaan

Rp 4.462.163.504,08 Rp 2.408.419.927,95
Pendapatan 54.32%
Realisasi: Rp 968.129.900,67 Anggaran: Rp 1.782.285.000,00
Belanja 41.06%
Realisasi: Rp 916.018.275,24 Anggaran: Rp 2.231.081.752,04
Pembiayaan 116.82%
Realisasi: Rp 524.271.752,04 Anggaran: Rp 448.796.752,04
54.3% Realisasi

APBDes 2026 Pendapatan

Rp 1.782.285.000,00 Rp 968.129.900,67
Swadaya, Partisipasi Dan Gotong Royong 30.81%
Realisasi: Rp 35.295.000,00 Anggaran: Rp 114.555.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 373.456.000,00 Anggaran: Rp 373.456.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 63.373.000,00 Anggaran: Rp 332.543.000,00
Alokasi Dana Desa 49.93%
Realisasi: Rp 332.400.000,00 Anggaran: Rp 665.731.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 58.48%
Realisasi: Rp 78.600.000,00 Anggaran: Rp 134.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 42.95%
Realisasi: Rp 62.100.000,00 Anggaran: Rp 144.600.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 208.47%
Realisasi: Rp 18.762.500,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Bunga Bank 51.79%
Realisasi: Rp 4.143.400,67 Anggaran: Rp 8.000.000,00
41.1% Realisasi

APBDes 2026 Pembelanjaan

Rp 2.231.081.752,04 Rp 916.018.275,24
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 38.24%
Realisasi: Rp 467.430.075,24 Anggaran: Rp 1.222.496.500,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 51.95%
Realisasi: Rp 329.374.200,00 Anggaran: Rp 633.997.414,63
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 51.23%
Realisasi: Rp 93.418.000,00 Anggaran: Rp 182.362.876,01
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0.41%
Realisasi: Rp 559.000,00 Anggaran: Rp 136.034.500,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 44.91%
Realisasi: Rp 25.237.000,00 Anggaran: Rp 56.190.461,40