Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali VIII, Pemerintah Desa Kukuh menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku pada Sukra, 27 Februari 2026 bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini mengangkat dua karya sastra Bali, yaitu buku “Ayu Sidi Pragina Rangda” karya I Gusti Ngurah Nyoman Merta Semara Putra dan buku “Lampah Sang Pragina” karya Ketut Sugita. Acara ini menjadi wadah literasi sekaligus ruang dialog budaya untuk memperkuat eksistensi bahasa dan sastra Bali di tengah perkembangan zaman.
Acara secara resmi dibuka oleh Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan leluhur yang harus tetap ajeg di tengah arus globalisasi. Beliau juga mengapresiasi partisipasi para narasumber, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Hadir sebagai narasumber (Juru Basa) yakni:
-
I Wayan Esa Bhaskara, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia)
-
I Gede Putu Adi Saka Wibawa, S.Pd., M.Pd (Guru Bahasa Bali)
Acara dipandu oleh Pengenter Ni Putu Astridayanti, S.Pd.B, yang membawakan jalannya diskusi dengan penuh semangat dan interaktif.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Perbekel Desa Kukuh.
Memasuki sesi inti, kedua narasumber mengupas isi dan makna dari buku yang dibedah. Dalam pembahasan buku Ayu Sidi Pragina Rangda, disampaikan nilai-nilai filosofis, simbolisme tokoh, serta relevansinya terhadap kehidupan masyarakat Bali masa kini. Sementara itu, buku Lampah Sang Pragina dibahas dari perspektif perjalanan spiritual, seni peran (pragina), dan pendalaman karakter dalam tradisi seni Bali.
Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi peserta yang terdiri dari perangkat desa, guru, pemuda, serta masyarakat umum. Sesi tanya jawab menjadi momen refleksi bersama mengenai peran generasi muda dalam menjaga bahasa Bali agar tetap ajeg dan lestari.
Tujuan dan Harapan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
-
Meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat terhadap karya sastra Bali.
-
Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Bali.
-
Mendukung program pelestarian bahasa daerah sesuai semangat Bulan Bahasa Bali.
Pemerintah Desa Kukuh berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen desa dalam mendukung pelestarian budaya Bali.
Dengan terselenggaranya kegiatan Bedah Buku ini, Desa Kukuh kembali menegaskan perannya sebagai desa yang aktif dalam penguatan nilai budaya, literasi, dan pendidikan berbasis kearifan lokal.