Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Ogoh-Ogoh ST Bhina Satrya Desa Kukuh Raih Juara Harapan I dalam Festival Ogoh-Ogoh Singasana III

Administrator 16 Maret 2026 Dibaca 119 Kali
Ogoh-Ogoh ST Bhina Satrya Desa Kukuh Raih Juara Harapan I dalam Festival Ogoh-Ogoh Singasana III

Kukuh, Marga – Sekaa Teruna (ST) Bhina Satrya Banjar Munggal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, berhasil mengukir prestasi dalam ajang Festival Ogoh-Ogoh Singasana III dengan meraih Juara Harapan I.

Karya ogoh-ogoh yang diusung mengangkat tema “Mu Cemar”, yang sarat dengan pesan kritik sosial terhadap kerusakan lingkungan. Melalui karya ini, ST Bhina Satrya menampilkan visualisasi kemarahan alam akibat terganggunya keseimbangan Tri Hita Karana, sebagai refleksi dari perilaku manusia yang kurang menjaga lingkungan.

Undagi ogoh-ogoh, I Putu Agus Angga Nugraha, menjelaskan bahwa ide karya ini berangkat dari fenomena lingkungan yang saat ini sering terjadi, khususnya meningkatnya kejadian banjir di Bali. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi inspirasi untuk menyampaikan pesan melalui karya seni ogoh-ogoh.

Konsep cerita yang diangkat berjudul “Krodhaning Rencang Niskala”, yang menggambarkan alam sebagai ruang suci yang seharusnya dijaga dan dimuliakan. Dalam filosofi Hindu, Bhuta Kala tidak hanya dimaknai sebagai simbol kejahatan, tetapi juga sebagai energi alam yang berperan menjaga keseimbangan semesta.

Dalam visualisasi ogoh-ogoh tersebut ditampilkan tiga tokoh niskala, yakni:

  • Tonya, sebagai penjaga kesucian air yang bangkit akibat pencemaran sungai, dimanifestasikan dalam bentuk bencana banjir.

  • Gamang, sebagai penjaga hutan dan tanah yang murka akibat penebangan liar, diwujudkan dalam bencana longsor.

  • Wong Samar, sebagai penjaga batas wilayah yang mulai menjauh dari manusia, mencerminkan hilangnya kesadaran manusia terhadap alam.

Konsep ini juga terinspirasi dari Lontar Andhabhuwana dan filosofi Siwagama, yang menyebutkan bahwa ketika manusia merusak alam, maka alam akan merespons melalui bencana sebagai upaya pemulihan keseimbangan.

Proses pembuatan ogoh-ogoh dilakukan dalam waktu relatif singkat, dimulai dari akhir Desember dengan pengerjaan intensif sekitar satu setengah bulan menjelang festival. Para anggota sekaa teruna yang sebagian besar memiliki kesibukan bekerja, melaksanakan proses pengerjaan pada malam hari hingga dini hari.

Dalam prosesnya, tim juga melakukan diskusi mendalam untuk memperkuat dasar filosofi setiap karakter yang ditampilkan. Biaya pembuatan ogoh-ogoh ini mencapai kurang lebih Rp60 juta, yang seluruhnya didanai secara swadaya oleh anggota sekaa teruna.

Selain ogoh-ogoh, penampilan fragmentari yang melibatkan sekaa teruni turut menjadi daya tarik tersendiri dalam menyampaikan alur cerita kemarahan alam secara lebih dramatik.

Meskipun berhasil meraih prestasi, pihak ST Bhina Satrya menyampaikan harapan agar ke depan penyelenggaraan festival dapat lebih optimal, khususnya dalam hal penyampaian regulasi lomba yang lebih awal, sistem penilaian yang lebih matang, serta waktu penilaian yang dilakukan setelah seluruh rangkaian acara selesai.

Dalam proses pengerjaan, I Putu Agus Angga Nugraha juga didampingi oleh I Made Satya Hariwarman dan I Gede Made Adi Putra sebagai undagi pendukung.

Pemerintah Desa Kukuh mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekaa Teruna (ST) Bhina Satrya Banjar Munggal atas prestasi yang telah diraih sebagai Juara Harapan I dalam Festival Ogoh-Ogoh Singasana III. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, melestarikan seni budaya, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. 🎉

Melalui karya ogoh-ogoh “Mu Cemar”, ST Bhina Satrya berharap masyarakat dapat lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Dengan menjaga alam, diharapkan tercipta kehidupan yang harmonis, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

54% Realisasi

APBDes 2026 Pelaksanaan

Rp 4.462.163.504,08 Rp 2.408.419.927,95
Pendapatan 54.32%
Realisasi: Rp 968.129.900,67 Anggaran: Rp 1.782.285.000,00
Belanja 41.06%
Realisasi: Rp 916.018.275,24 Anggaran: Rp 2.231.081.752,04
Pembiayaan 116.82%
Realisasi: Rp 524.271.752,04 Anggaran: Rp 448.796.752,04
54.3% Realisasi

APBDes 2026 Pendapatan

Rp 1.782.285.000,00 Rp 968.129.900,67
Swadaya, Partisipasi Dan Gotong Royong 30.81%
Realisasi: Rp 35.295.000,00 Anggaran: Rp 114.555.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 373.456.000,00 Anggaran: Rp 373.456.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 63.373.000,00 Anggaran: Rp 332.543.000,00
Alokasi Dana Desa 49.93%
Realisasi: Rp 332.400.000,00 Anggaran: Rp 665.731.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 58.48%
Realisasi: Rp 78.600.000,00 Anggaran: Rp 134.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 42.95%
Realisasi: Rp 62.100.000,00 Anggaran: Rp 144.600.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 208.47%
Realisasi: Rp 18.762.500,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Bunga Bank 51.79%
Realisasi: Rp 4.143.400,67 Anggaran: Rp 8.000.000,00
41.1% Realisasi

APBDes 2026 Pembelanjaan

Rp 2.231.081.752,04 Rp 916.018.275,24
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 38.24%
Realisasi: Rp 467.430.075,24 Anggaran: Rp 1.222.496.500,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 51.95%
Realisasi: Rp 329.374.200,00 Anggaran: Rp 633.997.414,63
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 51.23%
Realisasi: Rp 93.418.000,00 Anggaran: Rp 182.362.876,01
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0.41%
Realisasi: Rp 559.000,00 Anggaran: Rp 136.034.500,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 44.91%
Realisasi: Rp 25.237.000,00 Anggaran: Rp 56.190.461,40