Kukuh, Marga - Pemerintah Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan permainan tradisional di TK Kartini Kukuh, Kamis (16/4). Kegiatan ini menghadirkan narasumber I Wayan Sumerta Dana Arta, S.Sn., M.Si yang mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain (maplalianan) Mabalap Penyu Buta. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap Wraspati (Kamis) di TK Kartini Kukuh sebagai upaya membiasakan anak usia dini mengenal dan memainkan permainan tradisional.
Wayan Sumerta Dana Arta, yang juga pencipta permainan Mabalap Penyu Buta, menjelaskan permainan ini memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kesehatan pernapasan, konsentrasi, serta kekompakan anak-anak. Selain itu, permainan ini juga mengandung pesan edukatif tentang pentingnya menjaga kelestarian hewan langka.
“Penyu adalah hewan langka yang wajib dilindungi. Pesan ini kami sampaikan melalui nyanyian, seperti mengajak anak-anak melepas tukik ke laut dan tidak menangkap penyu,” ujar pria yang akrab disapa Wayan Mochoh tersebut.
Dia menjelaskan, dalam permainan ini anak yang berperan sebagai penyu mengambil posisi seperti push up, sementara kakinya dipegang oleh pemain lain. Posisi tersebut dinilai baik untuk melatih pernapasan. Sementara itu, mata pemeran penyu ditutup guna melatih konsentrasi saat melintasi jalur permainan.
Kekompakan tim terlihat dari peran pemain lain yang memegang kaki pemeran penyu sekaligus mengarahkan agar tetap berada di lintasan. “Permainan ini juga sangat cocok untuk dilombakan,” tambahnya.
Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Tabanan atas dukungan dalam pelestarian permainan tradisional di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, permainan tradisional telah diperkenalkan di Yayasan Kartini Kukuh sejak tahun 2019 dengan melibatkan kelompok bermain dan TK. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. “Selain permainan tradisional, setiap Wraspati juga diisi dengan kegiatan masatua Bali,” ujar Sugianto.